Paul Pogba Memulai Gerakan Dengan Gelang

Paul Pogba Memulai Gerakan Dengan Gelang

antonio rudiger, premier league anti discrimination protocol, manchester united, paul pogba

Hingga saat ini tindakan rasisme dalam sepak bola masih belum bisa diberantas sepenuhnya. Walau para pelaku olah raga ini sudah sangat gencar melakukan berbagai macam kampanye untuk memusnahkan tindakan rasialisme di sepak bola, namun hingga saat ini tindakan memalukan ini masih tak bisa diiberantas sepenuhnya.

Beberapa hari yang lalu sebuah insiden rasialisme kembali terjadi dalam pertandingan Premier League antara Chelsea dan Tottenham Hotspur. Pemain Chelsea, Antonio Rudiger menjadi subjek dari tindakan rasialisme tersebut, dan alih-alih membalas atau meluapkan kemarahannya begitu saja, ia memilih untuk melaporkan tindakan tersebut pada wasit pertandingan.

Antonio Rudiger terlihat menemui wasit bersama rekan satu tim sekaligus kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta. Ia terlihat mencontohkan gerakan monyet pada wasit untuk menunjukkan apa yang ia alami di lapangan beberapa saat sebelumnya, tepatnya pada menit ke 63.

Insiden ini pun menuai berbagai reaksi dari masyarakat, terutama para pelaku sepak  bola. Salah satunya adalah dari pemain Manchester United, Paul Pogba. Pemain asal Perancis tersebut terlihat menggunakan gelang berwarna hitam dan putih pada saat timnya berhadapan dengan Newcastle United beberapa hari yang lalu.

Pada gelang tersebut terdapat tulisan “No to Racism” dan “We are One” mengindikasikan penolakannya terhadap tindakan rasisme. Ia pun terlihat menghimbau rekan-rekannya menggunakan gelang yang sama. Sementara itu ia terlihat menyerahkan gelangnya pada seorang anak yang berada di kerumuman penonton setelahnya.

Paul Pogba Juga Pernah Jadi Korban Tindakan Rasis Fans

Saat ditanya mengenai gelang tersebut, Paul Pogba mengatakan bahwa gelang tersebut adalah idenya sendiri. Ia mengaku sudah lama ingin melakukan tindakan ini, akan tetapi ia tak ingin melalui otoritas seperti FIFA atau UEFA. Menurutnya mereka sebagai pemain sepak bola memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengedukasi masyarakat tentang buruknya tindakan rasialisme.

Paul Pogba sendiri setau agen judi terpercaya pernah menjadi korban tindakan rasisme di sosial media pada awal musim ini. Bisa dibilang tindakan rasisme di Premier League cukup sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Terakhir Ashley Young juga sempat menjadi korban.

Menyusul tindakan rasisme yang diterima oleh Antonio Rudiger, untuk pertama kalinya Premier League Anti-Discrimination Protocol digunakan. Penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mencari pelaku dari tindakan memalukan tersebut, dan Tottenham Hotspur berjanji akan memberikan ganjaran setimpal.