Haruskah Romelu Lukaku Meninggalkan Italia?

Haruskah Romelu Lukaku Meninggalkan Italia?

penggemar inter, ultras, inter milan, rasialisme sepak bola, romelu lukaku

Isu rasialisme hingga saat ini masih belum bisa sepenuhnya dipisahkan dari sepak bola. Baru-baru ini pemain baru Inter Milan yang baru saja bergabung dari Manchester United menjadi korban rasialisme yang dilakukan oleh fans Cagliari. Insiden ini terjadi saat Inter Milan berhadapan dengan Cagliari dalam laga lanjutan Serie A.

Walau tak bisa dibenarkan, rasialisme memang adalah hal yang cukup sering terjadi di dalam dunia sepak bola. Namun keadaan Romelu Lukaku sedikit berbeda dan lebih menyedihkan lantaran fansnya sendiri, yaitu para pendukung Inter Milan justru membela tindakan rasialisme tersebut.

Melalui surat terbuka, penggemar sekumpulan penggemar Inter Milan menyebutkan bahwa tindakan para pendukung Cagliari tersebut bukanlah tindakan rasialisme melainkan cara mereka untuk mengganggu tim lawan demi memperbesar kemungkinan untuk memenangkan laga.

Lukaku Mungkin Tidak Terpengaruh, Tapi Tindakan Rasialisme Tetap Tak Bisa Dibenarkan

Menanggapi hal ini, pengamat sepak bola Clinton Morisson berkata bahwa ia merasa sangat kesal dan marah pada surat terbuka tersebut. Bahkan ia meminta Romelu Lukaku untuk mempertimbangkan karirnya di Italia meningat perlakuan para fansnya sendiri yang mendukung tindakan rasialisme pada pemain mereka.

Tak hanya itu Clinton Morisson juga meminta agar para pemain berkulit hitam untuk berpikir ulang sebelum pindah ke Italia mengingat buruknya perlakuan para pecinta sepak bola Italia pada mereka. Menurutnya tindakan rasialisme tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya.

Sebelumnya pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez juga sempat mengomentari masalah ini. Ia menilai bahwa Romelu Lukaku adalah seorang pemain bintang yang tak akan terpengaruh pada tindakan rasialisme seperti yang terjadi pada saat ia tengah memperkuat timnya dalam laga kontra Cagliari tersebut.

Ia mengatakan pada agen sbobet bahwa Romelu Lukaku sudah terbiasa menjadi sorotan dan berada di bawah spotlight sedari dini. Jadi ia tak akan kesulitan mengatasi masalah tersebut. Namun begitu sang pelatih juga sependapat bahwa tindakan rasialisme sama sekali tidak bisa dibenarka.