Agen Bola Ibcbet Online Dengar Wenger Mulai Putus Asa

Agen Bola Ibcbet Online Dengar Wenger Mulai Putus Asa

keadaan arsenal, liga inggris, premier league, arsene wenger, arsenal

Agen bola ibcbet online mendengar manajer Arsenal, Arsene Wenger mengakui bahwa langkah itmnya makin berat setelah dikalahkan oleh Tottenham Hotspur dengan skor 0-1 pada pertadingan lanjutan Premier League pada hari Sabtu 10 Februari 2018 lalu.

Sbobet casino online menyadri bahwa mereka mulai menjaih dari zona Liga Champions. Pada laga itu, setau agen bola ibcbet onine The Gunners kalah lantaran gol tunggal yg dicetak oleh penyerang Tottenham Hotspur, Harry kane, pada menit ke 49.

Kekalahan itu sendiri setau crownbola membuat The Gunners tertahan di posisi keenam klasemen sementara Premier League dengan perolehan 45 poin. Karena itu sbobet casino online mendengar bahwa manajer Arsene Wenger mulai merasa khawatir dengan keadaan timnya.

Agen Bola Ibcbet Online Sadar Arsenal Punya Kesempatan Lain, Tapi...

Agen bola ibcbet online menyadari bahwa untuk lolos ke Liga Champions, The Gunners harus finis setidaknya di peringkat keempat klasemen akhir Premier League musim ini. Akan tetap sbobet casino online yakin bahwa Arsene Wenger dan para anak asuhnya masih akan terus berjuang lantarna masih ada peluang secara sistematis untuk mencapai posisi tersebut.

Selain itu agen bola ibcbet online juga menyadari bahwa masih ada satu cara lainnya bagi The Gunners untuk bisa bermain di Liga Champions. Yaitu dengan cara menjuarai Liga Europa yg saat ini tengah mereka ikuti.

Cara tersebut setau sbobet casino online dipakai oleh Manchester United pada musim lalu sehingga mereka bisa bermian di Liga Champions musim ini. Akan tetapi Arsene Wenger setau agen bola ibcbet online enggan meniru Manchester United.

Ia mengatakan pada sbobet casino online bahwa perjalanan mereka dalam ajang Liga Europa terbilang masih jauh. Namun di samping itu ia juga menjelaskan pada agen bola ibcbet online bahwa ia tak terlalu sepakat dengan kebijakan memberikan jatauh Liga Champions pada juara kompetisi kasta kedua di Eropa tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak terlalu adil.